Mei 98 (Hampir) Terulang

Dibenak kita PASTI masih inget pada Mei 98 bagaimana aksi demo besar-besaran yang dilakukan oleh para mahasiswa seluruh Indonesia menuntut agar (Alm) Bpk. Soeharto turun dari jabatannya sebagai Presiden RI pada saat itu. Sebelum Bapak Soeharto menurunkan jabatannya kepada Bapak B.J. Habibie, terjadi bentrokan antara Aparat Kepolisian dengan Para Mahasiswa yang sedang melakukan Aksi Demo. Tanpa ampun polisi memukuli mahasiswa, bahkan wartawan pun ikut terkena pukulan dari polisi, gas air mata disemprotkan, peluru “Lepas Landas” dari mulut senapan polisi. Dan pada saat itulah polisi tak segan-segan menembak mahasiswa, Mengkroyok mahasiswa, bahkan pada saat mahasiswa terkepung oleh para aparat di Universitas Trisakti, tak ada lagi kata “manusiawi dan kedamaian”. Polisi terus menembakkan pelurunya keribuan mahasiswa yang ada didalam Kampus Trisakti. Akibatnya puluhan mahasiswa mati tertembak oleh “tangan-tangan jahil” polisi. Setelah kejadian itu, sampai sekarang kasusnyapun belum selesai, siapa yg ada “dibalik” kejadian yang dinamai Tragedi Semanggi ini.

Sabtu (24/5) pagi sekitar jam 5 disaat orang-orang masih tertidur lelap, terjadi bentrokan antara Aparat Kepolisian dengan Mahasiswa Universitas Nasional didaerah Pejaten Pasar Minggu. Sebelum bentrokan ini terjadi, Para Mahasiswa Universitas Nasional atau biasa disebut dengan Front Nasional melakukan aksi demo menuntut agar Pemerintah tidak menaikkan harga BBM. Mahasiswa melakukan orasinya tepat didepan kampus setelah mendengar bahwa Pemerintah menaikkan harga BBM menjadi Rp 6000/liter.

Tepat pukul 5 pagi, polisi langsung “menyerbu” Kampus Universitas Nasional. Walaupun satpam sempat melarang aparat untuk masuk, namun aparat tetap “kekeh” untuk masuk kedalam kampus “bersama” 5 tronto. Para mahasiswa langsung menyelamatkan diri dari kejaran polisi, tapi karena banyaknya anggota polisi yg masuk kedalam area kampus, akhirnya terjadilah baku hantam antara mahasiswa dan polisi didalam area kampus.

Sekitar jam 6 pagi barulah bentrokan itu terjadi. dan terdengar kabar, 145 mahasiswa Unas digiring oleh para polisi. Bahkan, seorang mahasiswa yang baru datang kekampus yang tidak tahu menahu tentang adanya kejadian tersebut, ikut digiring ke Polres Jakarta Selatan.

Apakah dengan adanya kejadian ini Mei 1998 akan terjadi lagi……..? Tragedi Mei 1998 saja belum tuntas, eh malah ada “penyakit” baru lagi.

3 Komentar

  1. indrakrn said,

    28 Mei 2008 pada 4:33 am

    Ini dia wajah wajah perusak fasilitas pendidikan…

  2. Risd4 said,

    19 Mei 2010 pada 10:10 am

    Jangan sampai kasus ini terulang kembali. Cukup kali ini aja, Mudah-mudahan ini jadi pengalaman & evaluasi bagi pemerintah. OKE CoY !

  3. sibagiyo said,

    20 Mei 2012 pada 11:54 am

    semua itu yg slah adalah masyarakat indonesia… kenapa presiden soeharto di demo besar2x an, pdahal waktu kejayaan presiden pak harto gak ada rakyat yg merasa susah, tp sekarang ke presidenan udah di ganti dan banyak rakyat yg mrasakan kemiskinan, pengangguran, bentokan dll,.. biar rakyat yg merasakan ini semua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: